surat-perjanjian-pelunasan-hutang

Surat Perjanjian Pelunasan Hutang: Pengertian dan Cara Membuatnya

Sebelum membahas tentang surat perjanjian pelunasan hutang, anda perlu memahami mengenai arti hutang terlebih dahulu. Hutang merupakan sesuatu hak baik itu berupa uang, benda maupun jasa milik pemberi pinjaman yang dipinjamkan untuk jangka waktu tertentu kepada penerima pinjaman, dan penerima pinjaman berkewajiban untuk mengembalikannya sesuai jangka waktu tertentu yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

Apa itu Surat Perjanjian Pelunasan Hutang?

Seperti halnya surat perjanjian hutang piutang, digunakan sebagai bukti ataupun acuan dalam sebuah kegiatan hutang piutang. Kenapa hal seperti tersebut dilakukan? Karena dalam kegiatan hutang piutang, sering terjadi masalah antara kedua belah pihak seperti pemberi pinjaman lupa nominal yang telah dihutangkan, penerima pinjaman melewati waktu pembayaran yang telah ditentukan maupun permasalahan-permasalahan. Dengan adannya surat perjanjian ini resiko terjadinya sengketa antara kedua belah pihak dapat dihindari.

Komponen Penting yang Harus Diperhatikan Dalam Surat Perjanjian Pelunasan Hutang

Perihal surat perjanjian pelunasan hutang tergolong surat resmi yang sangat penting. Ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan. Berikut komponen penting yang harus dicantumkan:

1. Biodata Pihak Terkait

Biodata harus ditulis secara lengkap dan benar, penulisan biodata ini bertujuan untuk mempermudah dalam mencari informasi pihak terkait. Biodata ini biasanya terdiri dari nama, alamat lengkap, umur, dan pekerjaan

2. Jumlah dan Tujuan Dalam Berhutang

Tulislah jumlah ataupun nominal hutang dengan jelas karena hal ini merupakan komponen yang sangatlah penting. Selain itu tujuan juga wajib anda cantumkan untuk mengetahui untuk apa uangnya digunakan

3. Mekanisme Pembayaran

Mekanisme pembayaran adalah cara pembayaran yang akan digunakan, dapat berupa pembayaran secara tunai maupun kredit. 

4. Jaminan Aset

Adannya jaminan sangatlah penting terutama untuk pemberi pinjaman, hal ini karena jaminan berfungsi sebagai barang penjamin ataupun penganti jika peminjam tidak dapat melakukan pembayaran sesuai waktu yang telah disepakati bersama.

5. Sanksi dan Penyelesaiannya

Sanksi didapat jika peminjam tidak dapat melakukan pembayaran sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Tetapi selain sanksi harus dicantumkan pula jalan keluar terbaik jika dalam kegiatan hutang piutang terjadi masalah, sehingga permasalahan dapat terselesaikan tanpa merugikan kedua belah pihak

Cara Membuat Surat Perjanjian Pelunasan Hutang

Dalam membuat surat perjanjian pelunasan hutang ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan. Berikut cara membuatnya :

  • Pertama, buatlah judul sesuai dengan isi surat perjanjian tersebut. Judul harus ditulis dengan singkat dan jelas.
  • Kedua, isilah keterangan mengenai tanggal surat perjanjian tersebut dibuat sebagai pengingat pihak terkait.
  • Ketiga, tulislah identitas pihak yang terkait dengan jelas.
  • Keempat, tulislah poin-poin penting lainnya sesuai dengan kesepakatan yang telah disetujui kedua belah pihak.
  • Kelima, buatlah kalimat penutup yang menerangkan tujuan dibuatnya surat perjanjian tersebut.
  • Keenam, Berilah tanda tangan bermeterai oleh pihak-pihak yang terkait.

Hukum legal di Indonesia memang harus terus dilanjutkan. Pasalnya, surat perjanjian tersebut memang penting untuk memudahkan kedua belah pihak. Jadi, bagi Anda yang ingin memulainya, cobalah untuk memahami cara bekerjanya dan dengan siapa Anda berkaitan.


Seluruh informasi hukum yang ada di artikel ini disiapkan semata-mata untuk tujuan pendidikan dan bersifat umum. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan konsultan hukum berpengalaman dengan klik tombol konsultasi di bawah.